Betapa aku beruntung
Menjadi satu yang kau kandung
Betapa aku bermimpi
Bahagiakanmu sampai akhirku mati
Diriku bintang paling terang
Saat restumu pecahkan sgala halang
Hatiku rasa paling suci
Kala senyummu menyertai
Bunda...
Engkaulah malaikat siang,
Arah dalam nasehat terngiang
Engkaulah rembulan malam,
Airmatamu sungai murni sang alam
Engkaulah bidadari pagi,
Cahaya penerang di gelapnya hati
Aku hanya secuil jasadmu
Sempurnaku seutuhnya milikmu
Karna aku tak lebih setetes darahmu
Dan Engkau Ibunda tersayangku...
Showing posts with label By Cengkir Gading. Show all posts
Showing posts with label By Cengkir Gading. Show all posts
Saturday, August 21, 2010
Pagi ini sang surya nampak malu menampakkan senyumnya
mendung kelabu mengiringi langkahnya
hati ku resah ..
gundah gulana...
kucuba tepis segala duka
kuingin tetap ceria
kupaksa tuk tersenyum ,

meski sebenarnya hatiku menangis

Apakah aku terlalu..
Sementara ku tahu
kuhanya insan biasa
yang takkan mungkin bisa sempurna...
Labels:
By Cengkir Gading
Jangan tangisi apa yang bukan milikmu
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.
Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai,
kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria. ...sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa
yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih
ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki,
kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang
kita mau bisa tercapai.
Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak
perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak
punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang
lain.
Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal
dimensi dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan
hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang
memang bukan hak kita.
Apa yang memang menjadi bagian dari kita di dunia, entah itu Rejeki,
jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang
bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris
menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak
sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik
tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah... harus
dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan
segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah
memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah
karena niat kita yang terkotori.
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : Maka
setelah ini wahai jiwa..., jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu.
Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa
perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan
harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang "baik" tidak hidup
untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang
sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!
Maka sudahlah....., jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai,
kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria. ...sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa
yang begitu menggelora dalam jiwa.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih
ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki,
kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang
kita mau bisa tercapai.
Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak
perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak
punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang
lain.
Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal
dimensi dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan
hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang
memang bukan hak kita.
Apa yang memang menjadi bagian dari kita di dunia, entah itu Rejeki,
jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang
bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris
menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak
sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik
tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah... harus
dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan
segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah
memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah
karena niat kita yang terkotori.
Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : Maka
setelah ini wahai jiwa..., jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu.
Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa
perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan
harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang "baik" tidak hidup
untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang
sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!
Maka sudahlah....., jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!
Labels:
By Cengkir Gading
Pandangan Islam terhadap valentine
Umat Islam mestilah memiliki kepekaan dalam mengenal-pasti mekanisma yang digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk mengubah kefahaman kita terhadap Islam. Apabila Umat Islam digalakkan untuk melibatkan diri didalam smabutan Hari Valentine mereka diperdayakan untuk meninggalkan nilai-nilai akhlak, standard bertingkah-laku, kehormatan dan maruah yang Islami, yang diperintahkan untuk dipelihara didalam menjalinkan perhubungan lelaki dan wanita.
Adalah amat perlu bagi kaum muslimin untuk menyedari bahawa Islam mengkehendaki mereka menjadikan tempat rujukan mereka sebagai hak ekslusif bagi Hukum Syarak. Ia adalah satu-satunya sumber yang sah bagi perayaan, tradisi atau amalan yang dibenarkan oleh Islam bagi Muslimin untuk mengikutinya. Islam adalah bertentangan secara total dengan konsep sekularisma. Ia juga tidak memberi sebarang ruang kepada konsep batil “kebebasan individu”. Sebaliknya, Islam hadir untuk mengatur urusan manusia didalam setiap aspek secara menyeluruh, membebaskan mereka dari ketundukan terhadap manusia atau hawa-nafsu mereka sendiri, dan memimpin mereka kepada hukum Pencipta mereka yang sempurna.
كان لأهل المدينة في الجاهلية يومان من كل سنة يلعبون فيهما
فلما قدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة قال قد كان لكم يومان
تلعبون فيهما وقد أبدلكم الله بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
Diriwayatkan bahawa Anas Bin Malik (ra) berkata; “Apabila Nabi saw berhijrah ke Madinah, peduduk disana memiliki dua hari perayaaan Jahiliyyah. Dia sawbersabda, “Apabila aku datang kepada kamu, kamu memiliki dua hari perayaan yang kamu sambut ketika masa jahiliyyah. Allah telah mengantikannya denga hari yang lebih baik, iaitu hari raya Fitr dan hari raya Adha.”
Berasaskan ini adalah jelas bahawa Islam telah melarang sambutan terhadap perayaan, samada ianya krismas, tahun baru, deepavali, dan sebagainya. Dari asal-usulnya Hari St Valentine adalah perayaan musyrikin yang menganjurkan pergaulan bebas didalam masyarakat dan ianya terpesong jauh dari apa yang dikehendaki oleh Islam. Oleh itu, menyambut dan melibatkan diri dengannya adalah diharamkan oleh Islam.
Dikutip dari : http://ananta37.blogspot.com/
Adalah amat perlu bagi kaum muslimin untuk menyedari bahawa Islam mengkehendaki mereka menjadikan tempat rujukan mereka sebagai hak ekslusif bagi Hukum Syarak. Ia adalah satu-satunya sumber yang sah bagi perayaan, tradisi atau amalan yang dibenarkan oleh Islam bagi Muslimin untuk mengikutinya. Islam adalah bertentangan secara total dengan konsep sekularisma. Ia juga tidak memberi sebarang ruang kepada konsep batil “kebebasan individu”. Sebaliknya, Islam hadir untuk mengatur urusan manusia didalam setiap aspek secara menyeluruh, membebaskan mereka dari ketundukan terhadap manusia atau hawa-nafsu mereka sendiri, dan memimpin mereka kepada hukum Pencipta mereka yang sempurna.
كان لأهل المدينة في الجاهلية يومان من كل سنة يلعبون فيهما
فلما قدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة قال قد كان لكم يومان
تلعبون فيهما وقد أبدلكم الله بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر
Diriwayatkan bahawa Anas Bin Malik (ra) berkata; “Apabila Nabi saw berhijrah ke Madinah, peduduk disana memiliki dua hari perayaaan Jahiliyyah. Dia sawbersabda, “Apabila aku datang kepada kamu, kamu memiliki dua hari perayaan yang kamu sambut ketika masa jahiliyyah. Allah telah mengantikannya denga hari yang lebih baik, iaitu hari raya Fitr dan hari raya Adha.”
Berasaskan ini adalah jelas bahawa Islam telah melarang sambutan terhadap perayaan, samada ianya krismas, tahun baru, deepavali, dan sebagainya. Dari asal-usulnya Hari St Valentine adalah perayaan musyrikin yang menganjurkan pergaulan bebas didalam masyarakat dan ianya terpesong jauh dari apa yang dikehendaki oleh Islam. Oleh itu, menyambut dan melibatkan diri dengannya adalah diharamkan oleh Islam.
Labels:
By Cengkir Gading
Puisi Ramadhan
Malam ini, kan ku rangkai jerit suara hati
Wahai malam yang sunyi, dapatkah kau memberi arti
Pekatnya malam gulita yang kau beri
Wahai sunyi aku rapuh, aku hampa tak berarti
Bila tak ada kasih pelita yang menghampiri
Hatiku resah hatiku galau tak bertepi
Andai tak ada kasih yang abadi
Ya Allah yang abadi
Berilah kami petunjuk walau jalan itu berduri
Berilah kami kekuatan hati lapang hidup ini
Agar setiap galau yang menghampiri
Dapat kami suruh untuk pergi dan tak kembali
Ya Allah yang maha suci
Sucikanlah kami dan hati kami ini
Agar aku tak sesat, tak tenggelam di samudra sunyi
Abadilah kami, abadilah cinta nurani
Labels:
By Cengkir Gading
Thursday, August 19, 2010
Buatmu yang sedang menangis…
Allah Mengetahui dalamnya kasih ku
Demi Dzat yang Maha Rahman, bahkan Dia lebih menyayangi-mu
Di antara deru angin terdengar degup jantungmu
Ku rasakan dingin linangan air matamu
.
Biar mana lamapun takkan kembali yang sirna kelabu
Hilangkan segala kabus dengan takut harapmu
Hanya kepada Allah Jalla Jalaluhu
Duri fitnah dugaan bertalu, biar memberati bahu
Membuat lama sujudmu, makin bergetar munajatmu sayu
.
Itulah salju
Ubat segala derita di kalbu
.
Jangan usai langkah-langkah mu
Wajah Allah piala teragung dambaanmu
Cinta Rasul penguat tulangmu
.
Bunga hatiku,
Untaian doa aku kirimi
Sampai saat nafasku terhenti. -Nurjeehan
Demi Dzat yang Maha Rahman, bahkan Dia lebih menyayangi-mu
Di antara deru angin terdengar degup jantungmu
Ku rasakan dingin linangan air matamu
.
Biar mana lamapun takkan kembali yang sirna kelabu
Hilangkan segala kabus dengan takut harapmu
Hanya kepada Allah Jalla Jalaluhu
Duri fitnah dugaan bertalu, biar memberati bahu
Membuat lama sujudmu, makin bergetar munajatmu sayu
.
Itulah salju
Ubat segala derita di kalbu
.
Jangan usai langkah-langkah mu
Wajah Allah piala teragung dambaanmu
Cinta Rasul penguat tulangmu
.
Bunga hatiku,
Untaian doa aku kirimi
Sampai saat nafasku terhenti. -Nurjeehan
Labels:
By Cengkir Gading
Doa Ku
Duhai Yang Maha Mencinta,
Dalam lelah walau payah
Tetes airmataku tak pernah sirna
Dalam pekat malam hanya pada-Mu aku meminta
Dalam lelah walau payah
Tetes airmataku tak pernah sirna
Dalam pekat malam hanya pada-Mu aku meminta
Bagaimana bisa ku raih pandangan lembut-Mu
Sedang aku musafir fakir yang tidak punya – hanya noda
Tapi bagaimana pula harus aku pantas jemu
Padahal jiwaku dalam genggaman-Mu jua
Sedang aku musafir fakir yang tidak punya – hanya noda
Tapi bagaimana pula harus aku pantas jemu
Padahal jiwaku dalam genggaman-Mu jua
.
Biar raja-raja menutup pintu istana
Kekasih lama menyepi
Di hadapan-Mu aku tetap berdiri
Tiada tempat di dunia ini untuk ku berlari
Biar raja-raja menutup pintu istana
Kekasih lama menyepi
Di hadapan-Mu aku tetap berdiri
Tiada tempat di dunia ini untuk ku berlari
Wahai Allah Tuhanku,
Aku berdoa pada-Mu dengan lisan harapanku
Ketika tubuhku kekadang letih dan kelu
Jangan pernah Kau tinggalkan aku.
Aku berdoa pada-Mu dengan lisan harapanku
Ketika tubuhku kekadang letih dan kelu
Jangan pernah Kau tinggalkan aku.
Labels:
By Cengkir Gading
Senandung Doaku Padamu Ya Rob...
Ya Tuhanku,
Dalam perjalanan yang belum terhenti ini. Jalan selangkah yang lalu, penuh dosa dan noda… Bersilih ganti, antara godaan dan keinsafan. Layakkah aku dalam rahmat-Mu… Di bawah lembayung rahmat-Mu. Walau seringkali godaan yang memburu. Seringkali itu juga seribu keinsafan berbisik dihati.
Wahai Tuhanku,
Ku merayu di malam hari. Menagih ampunan dan kasih sayang-Mu.
Wahai Tuhanku,
Rayuanku, terimalah daku… Sebagai hamba-Mu yang dalam lindungan-Mu setiap saat masa yang berlalu. Walau seribu yang memberikanku kasih, tidak kan sama kasih sayang-Mu Ya Rabbi.
Ya Allah,
Dengarlah rayuanku sayup-sayup berbisik di malam yang hening. Bertemankan cahaya bulan, sinaran bintang yang memancar. Mengharapkan doaku bertaut dalam restu-Mu.
Wahai Tuhanku,
Pencipta Kasih Sayang. Yang Memiliki Setiap Hati. Yang Maha Mengasihi. Kasih sayang yang luhur buat hamba-Mu.
Ya Rahman. Ya Rahim,
Kusedari cinta manusia cuma setitis dari selautan cinta-Mu Ya Rahman. Rayuanku, janganlah kasih yang setitis di dalam hati ini, melalaikan daku dari mengingati-Mu. Pautkanlah daku pada cinta dan rahmat-Mu agar daku tidak tenggelam dengan fitnah dan mehnah duniawi. Segala puji-pujian bagi-Mu Ilahi, ke atas semua nikmat-nikmat-Mu yang tidak terhitung.
Ampunilah dosa-dosaku Ya Allah…
Labels:
By Cengkir Gading
Nasihat Rosululloh Ketika Menyambut Ramadhan
Bermohonlah kepada Allah SWT dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
(Sahabat-sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya. Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.
Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul Mukminin k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?" Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".
___________
Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.
(Sahabat-sahabat bertanya:" Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya. Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.
Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul Mukminin k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata,"Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?" Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".
___________
Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan
Labels:
By Cengkir Gading
Sunday, August 8, 2010
Musim Menanti Semi
bunga berguguran,,kuncupnya menjadi layu
Oh..hujan, tangisku tak mampu menyemaikannya...datanglah
musim gugur datang lagi...
dia tlah pergi
dan segala luka yang kupunya tersisa bagai seonggok mayat, bau..
oh pedih..engkau sahabatku sekarang, biarlah
Masih ada kejora digelapan hatiku
kejora tak butuh rembulan, apalagi musim semi..dia hanya butuh langit dan kegelapan
kejora oh kejora...rindu aku menghitung detik menanti malam tiba
karena Isyarat jiwa isyarat Tuhan
Isyarat jiwa bahasa cinta
Oh jiwa, lepas landas daku melangit , kuhitungi bintang
kutemukan kejoramu disana
Oh..hujan, tangisku tak mampu menyemaikannya...datanglah
musim gugur datang lagi...
dia tlah pergi
dan segala luka yang kupunya tersisa bagai seonggok mayat, bau..
oh pedih..engkau sahabatku sekarang, biarlah
Masih ada kejora digelapan hatiku
kejora tak butuh rembulan, apalagi musim semi..dia hanya butuh langit dan kegelapan
kejora oh kejora...rindu aku menghitung detik menanti malam tiba
karena Isyarat jiwa isyarat Tuhan
Isyarat jiwa bahasa cinta
Oh jiwa, lepas landas daku melangit , kuhitungi bintang
kutemukan kejoramu disana
Labels:
By Cengkir Gading
Subscribe to:
Posts (Atom)
